Kamis, 26 Februari 2015

MADZHAB FRANKFURT

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di zaman yang serba modern ini, manusia telah dihantarkan pada fase yang krusial, modernitas menuntut kemajuan tekhnologi modern yang menjadi panjang tangan manusia. Manusia semakin dipermudah oleh sarana teknologi yang semakin modern. Disisi lain, modernitas, teknologi dan komunikasi tidak dapat dipisahkan dengan sisi negatif yang dihasilkannya, modernitas yang seyogyanya menghasilkan kebahagiaan, ternyata meninggalkan jejak pada pengasingan manusia. Segala teknologi, industri, komunikasi dan gaya hidup modern berhasil mengucilkan dan menngaburkan martabat manusia. Maka dari itu diperlukan sarana untuk menjadi pisau analisis agar dapat mengkritisi dan melihat secara arif kemajuan yang telah manusia peroleh. Disiplin ilmu yang mengajak berfikir kritis yang berbasis para intelektual madzhab Frankfrut berkontribusi banyak dalam melihat dan memahami modernitas manusia, madzhab frankfrut yang dipelopori oleh feix weil pada tahun 1923 ini penulis rasa cukup relevan sebagai jawaban atas menjamurnya modernitas, agar kita, kalangan mahasiswa STAIN pekalongan khususnya tidak terlena,namun tak dapat diungkiri, perlu ke hati-hatian dalam menkaji teori ini, karena tak dapat dipungkiri adanya batasan epistemologi dan metodologi dalam teori kritis ini. B. Pokok pembahasan 1. Filsafat sosial 2. Madzhab Frankfurt (Tokoh-tokoh dan pemikirannya) BAB II PEMBAHASAN 1.1 pengertian filsafat sosial sebagai salah satu dari aliran filsafat, filsafat sosial sangat menarik untuk dikaji, ada banyak hal yang berkaitan dengan kehidupan yang disoroti oleh filsafat sosial, salah satunya adalah persoalan sosial kemasyarakatan, dalam filsafat sosial, persoalan yang terjadi didalam masyarakat disoroti secara kritis, komprehensif dan radikal, sejak awal kemunculannya, filsafat ini telah berhasil mendeskontruksikan pemahaman masyarakat yang menganggap bahwa tidak semua yang berada dikolong langit telah diatur oleh kekuasaan Tuhan. Namun, hal ini terjadi bersamaan dengan Revolusi Perancis. Revolusi yang berhasil meluluh lantakan susunan masyarakat feodal, sekaligus menjadi langkah awal proses demokratisasi yang mendatangkan beraneka ragam kejutan. Bagaimana tidak mengejutkan? Jika sebelumnya, tak pernah ada yang membayangkan bahwa sistem atau suatu orde sosial yang dianggap kehendak Allah, ternyata bisa digulingkan dan dirubah dengan hasil pikiran dan usaha manusia sendiri. Hal ini semakin dipertegas dengan munculnya madzhab Frankfurt yang mengembangkan ilmu-ilmu sosial secara kritis yang kemudian menyebar hingga keseluruh penjuru dunia. Filsafat sosial menurut Gordon Graham adalah filsafat yang mempertanyakan persoalan kemasyarakatan (society) pemerintahan (goverment) dan negara (state). Adapun ruang lingkup dari filsafat sosial adalah: a. mempertanyakan dan membicarakan persoalan dalam masyarakat (society) dan individualisme b. persoalan individual dalam hubungannya dengan negara c. persoalan yang menyangkut hak-hak asasi dan otonomi d. persoalan dan keadilan sosial (social justice) dan social cooperation e. persoalan keadilan (justice) dan kebebasan (freedom) f. persoalan masalah moral dan hukum g. persoalan masalah moral dan kebebasan (morality and freedom) h. persoalan masalah ilmu-ilmu sosial (social sciences). Jadi jelaslah bahwa masalah hukum dan keadilan, yang merupakan spesialis pembahasan adalah aspek dari filsafat sosial. 1.2 Madzhab Frankfurt Teori kritis adalah anak dari aliran besar filsafat berinspirasi Marx yang paling jauh meninggalkan Marx, mereka juga disebut Aliran Frankfurt (Frankfurter Schule) , istilah teori “kritis ini sangat akrab dengan pelbagai ragam karya yang dihasilkan oleh Frankfurt Institute of social Research, Madzhab frankfurt adalah sebuah nama yang dinisbatkan pada kelompok filosof yang berafiliasi dengan institut penelitian sosial diFrankfurt, jerman. dan beberapa pemikir lainnya yang berpengaruh dengan mereka. Madzhab frankfurt dipelopori oleh felix weil pada tahun 1923. Tahun 1930 dijadikan note berdirinya madzhab ini, bersamaan dengan diangkatnya Max Horkheimer sebagai direktur lembaga riset sosial tersebut. Beberapa filosof yang dikategorikan kedalam madzhab ini antaralain Max Horkheimer [1895-1973] dan Theodor Wiesengrund Adorno [1903-1969] seorang ahli sastra, musik dan psikolog.dan tokoh yang berjalan sendiri namun lebih terkenal Herber Marcuse [1898-1979] murid dari Heidegger yang fenomenolog. Namun awalnya aliran ini membutuhkan waktu cukup lama agar berhasil menarik perhatian para kalangan filsafat umum, meskipun tulisan-tulisan yang cukup berbobot sudah terbit dalam tahun tiga puluhan, namun dalam kebanyakan kamus filsafat, sampai ketahun ke enam puluhan, nama-nama para tokoh itu masih cukup asing untuk kita jumpai. Teori kritis baru menjadi bahan diskusi dikalangan filsafat dan sosiologi pada tahun 1961. Pada tahun ini Deutsche Gesselschaft fur Sosiologie yang mengadakan pertemuan dimana saat itu terjadi konfrontasi antara Adorno dan Karl Popper, konfrontasi tersebut ternyata dilanjutkan oleh Hans Albert dipihak Popper dan Jurgen Habermas dipihak Adorno. Konfrontasi ini masuk dalam sejarah filsafat dijerman sebagai “Der Positivismusstreit in der deutschen soziologi” (perdebatan positivisme dalam sosiologi jerman) yang lebih dari satu dasawarsa menghidupkan filsafat diuniversitas-universitas jerman. Baru Jurge Habermas, murid dan pengganti Adorno di Frankfurt, berhasil mengintegrasikan tuntutan keras metode-metode anailsis ke dalam pemikiran dialektis teori kritis. Aliran Frankfurt dapat dikatakan sebagai teori kritik masyarakat (eine kritische theorie der Gesselschaft) membebaskan manusia dari manipulasi teknokrasi modern, yang menjadi ciri has dari madzhab ini terlihat dari corak berfikirnya yang berinspirasi pada pemikiran dasar karl mark, meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa inspirasi teori kritis banyak didialogkan dengan aliran-aliran besar filsafat , khususnya filsafat sosial pada waktu itu. Awalnya, madzhab Frankfurt menjadikan pemikiran mark sebagai titik tolak pemikiran sosialnya, namun dalam tahap selanjutnya madzhab Frankfurt juga mengambil pikiran dasar filosof jerman, yang dimulai dari pemikiran kritisisme ideal imanuel kant sampai pada puncak pemikiran kritisisme historis dialektisnya George William Friederich Hegel. Dengan sangat cerdas , sebagian pemikir dalam Madzhab frankfurt berdialog dengan karl max, Hegel dan imanuel kant. Dapat dikatakan bahwa pemikiran dialektis materialis ekonomi karl mark, pemikiran ideal rasional historis hegel dan perspektif normatif subjek otonom imanuel kant bukan merupakan barang asing dalam pemikiran teori kritis. Dalam perkembangan selanjutnya, ketika max horkheimer menjabat direktur Frankfurt schule, pelan-pelan ia mulai memasukkan pemikiran psikoanalisis sigmund Freud kedalam pemikiran sosial teori kritis (meskipun dengan hal ini, pemikiran kritis menuai kritik tajam sebagai penghianatan terhadap ortodoxi marxisme) . Teori kritis mendasarkan inspirasi refleksi sosial kritisnya pada subjektivisme kritis kant,karena kant telah memberikan prioritas otonomi subjek dalam membentuk pengetahuannya. namun kelemahan kant yang dilihat oleh teori kritis adalah realisasi otonomi rasio manusia. dialektika Hegel, refleksi ekonomi politik karl max dan kritik ideologi psikoanalisis Freud. Ada empat asumsi dasar kritisisme dalam madzhab Frankfurt: 1. Madzhab Frankfurt menghargai Imanuel Kant karena I-Kant telah memberikan prioritas otonomi subjek dalam membentuk pengetahuannya. Pengertian kritis dapat dikatakan sebagai pengembalian peran subjek dalam menentukan pengetahuan. Pengetahuan tidak ditentukan oleh subjek melainkan subjek yang menghasilkan pengetahuan tersebut. 2. Kelemahan kant yang dilihat oleh teori kritis adalah realisasi otonomi rasio manusia. Teori ini mengalami kemandegan. Konsistensi epistemologi Kant justru menempatkan rasio tetap subjektif, tetapi tidak serta merta objektif, seharusnya rasio harus semakin meneguhkan atau mengafirmasi diri dalam bentuk roh sempurna. teori kritis lebih melihat dialektika Hegel sebagai usaha dimensi rasionalitas manusia yang menyejarah. Ada empat unsur pemikiran dialektika Hegel yang diambil oleh teori kritis: a. Proses dialektika sebagai sebuah totalitas b. Realitas sebagai prinsip working reality c. Pikiran dialektis sebagai pikiran yang berspektif empiris-historis d. Pikiran dialektis teoritis dalam kerangka berfikir praksis dan teoritis. 3. Kemacetan Hegel atas dasar teoritis dengan praksis sosial menjadi sebab utama teori kritis mulai meninjau pemikiran Filsafat sosial Karl max. Teori kritis berinspirasi pada kekuatan materialisme dialektis ekonomi politik karl marx yang mencoba untuk membangun sikap kritis bahwa kesadaran harus bersifat mengubah realitas sosial. 4. Teori kritis mencoba untuk melihat pemikiran psikoanalisis sigmund Freud untuk memberikan kontribusi pemikiran tentang energi psikologi atas seluruh proses sosial manusia. Proyek utama teori kritis pada seluruh bangunan teori filsafatnya, aliran Frankfurt ingin memperjelas secara rasional strtuktur yang dimiliki oleh masyarakat panca industri dan melihat akibat-akibat struktur tersebut dalam kehidupan manusia dan dalam kebudayaan. Teori kritis ingin menjelaskan hubungan manusia dengan bertolak dari pemahaman rasio instrumental. Selain itu, teori kritis ingin membangun teori yang mengkritik struktur dan konfigurasi masyarakat aktual sebagai akibat dari suatu pemahaman yang keliru tentang rasionalitas. Sasaran atau objek kritik rasionalitas ini melandaskan pemikiran rasionalitas pada masa pencerahan. Rasionalitas pada masa pencerahan adalah rasionalitas yang membebaskan manusia dari keterbatasan manusia atas cengkraman alam dan pengembangan tatanan sosial yang melaksanakan kebebasan dan keadilan. Sasaran rasionalitas adalah pembebasan manusia atas perbudakan alam dan manusia dikembalikan sebagai tuan atas perbudakan alam dan manusia dikembalikan sebagai tuan atas alam serta dirinya sendiri. Teori kritis melihat pencerahan sebagai proses dialektika. 1.3 Teori kritis sebagai usaha pencerahan Sebagai teori yang kritis, maka teori yang dikembangkan Horkheimer dan Adorno mau menciptakan kesadaran kritis: “teori kritis pada hekikatnya mmau memnjadi Aufklarung atau pencerahan. Aufklarung itu berarti mau membuat cerah, mau menyingkap segala tabir yang menutup kenyataan yang tak manusiawi terhadap kesadaran kita. Teori kritis dalam hal ini berbicara tentang verblen-dungszusammenhang (kaitan ketersilauan) . Dalam masyarakat industri maju kontradiksi-kontradiksi, frustasi-frustasi, penindasan-penindasan tak lagi nampak. Semua segi kehidupan masyarakat berkongkalikong mengesankan mereka baik adannya, kebutuhan dapat dipenuhi, efisien, bermanfaat dan produktif. Kesan tersebut harus dibuka. Dalam hal ini teori kritis mengutik ilmu-ilmu positif seperti ilmu ekonomi, sosiologi, psikologi dan juga filsafat. Ilmu-ilmu itu tidak mempersoalkan arah proses masyarakat sendiri, melainkan berusaha unutuk melancarkannya. Mereka tidak melihat bahwa sebenarnya proses itu suatu dehumanisasi dan denaturalisasi. Maka ilmu-ilmu itu afirmatif sifatnya (sistem yang ada didukung karena malah diperbaiki). Ciri khas teori kritis adalah yang dikritik itu bukan kekurangan disana-sini, melainkan keseluruhannya. Teori kritis membuka irasionalitas dalam pengandaian-pengandaian sistem yang ada. Membuka bahwa sebenarnnya produksi tidak untuk memenuhi kebutuhan manusia, melainkan kebutuhan manusia diciptakan dan dimanipulasikan demi produksi. Namun, justru dalam usaha Aufklarung ini, teori kritis kehilangan kepercayaan sendiri, Horkheimer dan Adorno tiba-tiba menyadari bahwa sistem yang irasional itu malah merupakan akibat usaha manusia untuk merasionalkan hidupnya. Aufklarung yang seharusnya menjadi penjelasan rasional sendiri menjadi mitos. Pembahasan pemanusiaan alam dalam pekerjaan, denga sendirinya menciptakan hubungan kekuasaan dan perbudakan yang lebih menyeluruh. Karena manusia dalam negasi atau penolakan pun selalu bertolak dari yang ada, ia selalu sudah terikat pada yang ditolak itu. Oleh karena itu Horkheimer dan Adorno dengan tegas menolak segala aktivisme revolusioner. Mereka yakin bahwa setiap revolusi, setiap usaha yang menggunakan kekerasan, hanya akan menghasilkan perbudakan yang lebih mengerikan. Selain karena pencerahan mengalami kegagalan, kritik yang lain dari teori kritis adalah kritik terhadap masyarakat. Kritik masyarakat modern pascaindustri adalah kritik bahwa masyarakat mengalami satu dimensi. Hal ini nampak dalam aspek sehari-hari, ilmu pengetahuan, seni, filsafat dan sistem politik. Dalam masyarakat modern, baik manusia maupun realitas direduksi menjadi sesuatu yang sangat fungsional, terlepas dari otonomi. Manusia modern kehilangan prinsip kritis. Konsep kebenaran dan kritis harus dikembalikan pada tataran normatif, mengatasi taraf empirisme dan formalitas logika Aristotelian. Kebenaran normatif bersifat dialektis dan emansipatorik. Teori kritis mencoba untuk menarik kilas dasar metode kritik imanen hegelian. Dalam wacana filsafat modern, metode imanen sering disebut dengan metode penelitian filsafat nonkriteriologis. Hegel mengkritisi teori hak kodrat dengan mengkritisi aspek internalnnya, sedangkan marx menngkritisi teori hak kodrat modern john locke dan kant sebagai hal yang preskriptif dan ideologis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar