Rabu, 19 November 2014
1. jelaskan masa skeptisisme Al-Ghazali!
Jawab: sebagaimana diterangkan dalam bukunnya “Al-Munqid minal dhalalah”, bahwa Al-Ghazali mencari kebenaran mutlak (kebenaran yang sebenar-benarnya / kebenaran sejati), pada awalnya Al-Ghazali beranggapan bahwa pengetahuan dapat ditangkap oleh panca indra, namun selanjutnya pendapat tersebut dibantahnya, seperti bintang-bintang dilangit yang terlihat keil, namun sebenarnya lebih besar dari pada bumi. Karena sanksi terhadap kebenaran panca indra, kemudian Al-Ghazali meletakkan kepercayaannya tentang kebenaran pada akal, namun selanjutnya pendapat ini juga dibantahnya, seperti ketika bermimpi, orang dapat melihat hal-hal yang kebenarannya akurat, namun, ketika terbangun dari mimpi, ia sadar bahwa apa yang ia lihat benar sebenarnya tidaklah benar,alasan lain yang membuatnya sanksi akan kebenaran akal yaitu ketika maraknya aliran-aliran yang menjadikan akal sebagai sumber pengetahuan, ternyata malah menghasilkan pandangan yang bertentangan yang sulit diselesaikan dengan akal. Dengan akal saja takafu’ Al-adilah (antinomi) bisa terjadi, sedangkan menurutnya,ilm Al-yaqin tidak mungkin mengandung pertentangan dengan diri sendiri. Lalu, untuk membuktikan adanya sumber pengetahuan yang lebih tinggi daripada akal, Al-Ghazali menggunakan kesimpulan yang hipotesis saja, ia tidak dapat membuktikan sumber pengetahuan yang lebih tinggi dari pada akal secara faktul. Saat inilah, Al-Ghazali mengalami puncak skeptisisme nya, karena tak kunjung menemmukan sumber pengetahuan yang ia cari. Namun, dua bulan kemudian, Al-Ghazali mendapat anugrah “nur” dari Tuhan yang disebut “kunci ma’rifah” kedalam hatinya. Sehingga ia dapat merasakan sehat & dapat menerima kebenaran secara apriori yang bersifat aksioma. Dengan demikian, Al-Ghazali berpendapat bahwa: “ituisi” lebih tinggi dan lebih dapat dipercaya daripada akal untuk menangkap yang betul-betul dapat diyakini kebenarannya. Dan sumber pengetahuan tertinggi tersebut dinamakan “nurbuwat” yang pada nabi-nabi disebut wahyu, sedangkan pada manusia biasa disebut ilham
2. apakah perbedaan antara Emanasi Al-farabi dan emanasi ibn sina?
Jawab: menurut ibnu sina, akal pertama mempunyai dua sifat: sifat wajibul wujud sebagai pancaran dari Allah dan sifat mumkinul wujudnya jika ditinjau dari hakikat dirinya, dengan demikian, ibn sina membagi objek pemikiran akal-akal mejadi tiga: allah (wajibul wujud lidzatihi) dirinya akal-akal (wajib al-wujud li ghairihi) sebagai pancaran dari Allah, dandirinya akal-akal (mumkinul wujud) ditinjau dari hakikat dirinya.
Emanasi ibnu sina juga menghasilkan sepuluh akal dan sembilan planet-planet. Sembilan akal mengurusi sembilan planet dan akal kesepuluh mengurusi bumi. Berbeda dengan pendahulunya, Al-farabi, menurut ibn sina, masing-asing jiwa berfungsi sebagai penggerak satu planet, karena akal tidak bisa langsung menggerakkan planet yang bersifat materi. Akal-akal adalah malaikat. Akal pertama adalah malaikat tertinggi dan akal kesepuluh adalah malaikat jibril ynag bertugas mengatur bumi dan isinya.
Ibn sina juga membedakan Qadimnya Allah dan alam, perbedaan antara yang mendasar antara keduannya terletak pada sebab membuat alam terwujud. Keberadaan alam tidak terdahului oleh zaman, maka alam qadim dari sgi zaman (taqaddum zamaniy) .adapun dari segi esensi, sebagai hasil ciptaan Allah secara pancaran (emanasi) , alam ini baru (huduz zaty). Sementara ituAllah adalah taqaddum Dzaty, ia sebab semua yang ada dan ia pencipta alam.jadi alam ini baharu dan Qadim, baharu dari segi esensi dan qadim dari segi zaman.
3. pendapat anda tentang Teori emanasi sebagai usaha para filosof muslim untuk menjelaskan proses penciptaan alam oleh Allah
Jawab: karena alam adalah ciptaan Allah, dan agama islam termasuk ajaran pokok atau Qoth’i al-dhalalah. Dengan kata lain,kekhalikan Allah ini mesti diimani seutuhnya, orang yang mengingkarinya dapat membawa kekafiran, atas dasar itulah maka ibarat menteri dengan sinarnya merupakan ibarat yang menyesatkan.
4. tentang pengetahuan tuhan apakah bersifat kully atau juz’i?
5. Sampaikan pendapat Anda tentang waktu dan ruang absolut menurut Ar-Rozi!
Jawab: tentang ruang dan waktu absolut, berbicara mengenai ruang absolut, kita harus dapat membedakannya dengan ruang yang terbatas dan ruang yang tidak terbatas. Ruang yang tidak terbata dalam hal ini adalah ruang ilahi itu seniri, dimana segala yang ada dan yang diciptakan berada didalamnya. Dalam hal ini, ruang tak terbatas tersebut tidak dapat diukur, karna tidak ada ukurannya, sedangkan ruang yang terbatas adalah batas-batas / ukuran benda yang berada diluarnya, bukan didalam bendanya, yang kemudian benda-benda itu membenntuk batas-batas ruang dimana benda-benda itu bertempat didalamnya. Ruang yang tak terbatas ada karena adanya ruang yang terbatas, ruang yang tak terbatas adalah tempat kembalinya semua yang ada.
Waktu Absolut
Waktu adalah ukuran gerak, karena waktu yang akan dan yang dapat mengukur adannya gerakan itu berlangsung. Jadi yanng diukur adalah kelangsungan suatu gerakan, bukan ukuran bendanya. Sedangakan ukuran bendanya adalah ruang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar