Kamis, 24 April 2014
antropologi korelasi antropologi dengan ilmu-ilmu lain
BAB I
A.Pendahuluan
Dinegara kita dimana beragam-ragam golongan etnis, yang dalam bahasa sehari-hari lebih dikenal dengan suku bangsa, hidup sebagai warga dari masyarakat yang luas, semakin disadari bahwa pemahaman mengenai latar belakang budaya yang beragam itu sangatlah penting.
Hal lain yang menonjol pentingnya pemahaman tentang soal-soal budaya yang melatar belakangi berbagai masalah adalah proses perubahan sosial budaya yang berlangsung. Yang sebagian terjadi akibat atau yang mendampingi berbagai program pembangunan yang terencana. Masalah-masalah yang berkaitan dengan program bimbingan massal, ingin lebih mengerti, dan ini pasti tidak dapat tercapai tanpa memahami latar belakang budaya dari golongan-golongan masyarakat kepada siapa program ini dialamatkan.
B.Rumusan Masalah
• Persamaan dan perbedaan antara antropologi sosial dan sosiologi
• Etnografi metodeantropologi.
C. Tujuan penulisan.
• Untuk mengetahui definisi antropologi dan psikologi
• Untuk memahami etnografi
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian antropologi
Antropologi adalah paduan dari kata-kata antropos berarti manusia dan logos berarti ilmu, jadi antropologi adalah ilmu yang mencoba menelaah sifat-sifat tersebut. Berbagai pertanyaan tentang dirinya, tentang manusia lain yang agak berbeda dari dia, selalu timbul dalam pikiran manusia. Rasa ingin tahu mendorong manusia mencari jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaanya. Dari sejak manusia ada, tentu dia telah menyadari dan mengamati adanya sifat-sifat tertentu yang ada pada tubuhnya, dan sifat-sifat lain yang ada padanya, yang muncul dalam hidup pergaulanya dengan manusia lain. Manusia mempertanyakan berbagai hal mengenai dirinya sebagai makhluk biologis dan sebagai makhluk sosial.
Seorang ahli antroplogi bangsa amerika pernah mengatakan, bahwa pokok-pokok yang tercakup oleh antropologi”dibatasi hanya oleh manusia”. Dalam pernyataan yang sederhana itu Alfred kroeber memberi penghargaan kepada ruang lingkup yang sangat luas dari pengetahuan yang dicakup oleh ilmu antropologi.jenis makhluk homo sapiens memang merupakan satu pokok yang sangat luas, karena meliputi manusia sebagai makhluk fisik, manusia dalam masa prasejarahnya dan manusia dalam sistem kebudayaanya, yaitu sebagai pewaris suatu sistem yang komplek, yang terdiri dari adat-adat, sikap-sikap dan perilaku. Secara harfiah dalam bahasa yunani kata antropos berarti “manusia” dan logos berarti “study” jadi antropologi merupakan suatu disiplin yang berdasarkan rasa ingin tahu yang tiada henti-hentinya tentang umat manusia.
Untuk memberi definisi tentang antropologi berdasarkan perhatianya terhadap manusia, harus diakui memang kurang eksplisit. Karena menurut definisi ini, antropologi seolah-olah mencakup suatu daftar penuh dengan disiplin-disiplin lain:sosiologi, psikologi, ilmu politik ekonomi, sejarah, biologi manusia dan mungkin juga filsafat dan sastra. Dengan sendirinya, disiplin-disiplin lain yang mempelajari manusia itu tidak akan senang disebut sebagai suatu cabang atau bagian dari ilmu antropologi. Jadi semestinya ada suatu yang khas dalam antropologi-suatu alasan yang menyebabkanya berkembang sebagai suatu disiplin tersndiri, dan memungkinkanya mempertahankan identitasnya tersendiri semenjak dimunculkanya.
B.Hubungan antara antropologi-sosial dan sosiologi
1.Persamaan dan Perbedaan antropologi dan sosiologi
Ditinjau sepintas, seolah-olah tidak ada prbedaan antara subilmu antropologi yang baru, yaitu antropologi-sosial dengan suatu ilmu yang sebutanya telah lama dikenal umum dengan nama sosiologi.
Jika ditinjau lebih khusus, akan tampak beberapa perbedaan, yaitu:
• Kedua ilmu itu masing-masing mempunyai asal mula dan sejarah perkembangan yang berbeda.
• Asal mula sejarah yang berbeda menyebabkan adanya suatu perbedaan pngkhususan pada pokok dan bahasa pnelitian dari kdua ilmu itu.
• Asal mula dan sejarah yang berbeda juga telah menyebabkan berkembangnya beberapa metode dan masalah yang khusus dari kedua ilmu masing-masing.
2.Sejarahperkembangansosiologi
Padamulanyailmusosiologihanyamerupakan bagian dari ilmu filsafat, para ahli filsafat yang menganalisis segala hal yang ada dalam alam sekelilingnya, juga tidak lupa memikirkan tentang masyarakatya. Dengan demikian di dalam ilmu filsafat ada suatu bagian yang disebut filsafat sosial. Sejak awal abad ke-19, teori-teori dan konsep-konsep filsafat sosial itu telah berubah, sejajar dengan berbagai perubahan aliran filsafat dan latar belakang cara brpikir orang eropa barat.
Pada fase kedua, tepatnya setelah timbul krisis-krisis besar dalam kehidupan masyarakat bangsa eropa, timbul kegiatan menganalisis masalah-masalah masyarakat yang semakin digalakan. Bahkan ketika sarjana ilmu filsafat, yaitu H.de saint-simon dan Auguste comte mengumumkan teori mereka tentang sifat positif dari segala ilmu pengetahuan, juga dari ilmu tentang masyarakat atau sosiologi menyadarkan bahwa ada suatu ilmu sosiologi tersendiri. Bila dalam filsafat sosial berbagai macam pemikiran tentang masyarakat manusia masih dapat diklasifikasikan sejajar dengan adanya aliran-aliran filsafat yang besar didunia eropa barat, ketika ilmu sosiologi memisahkan diri sebagai ilmu khusus, hal itu menjadi sukar. Perjuangan mengenai dasar-dasar, tujuan, dan metode-metode dari ilmu yang baru itu, diantara berbagai sarjana menimbulkan banyak aliran yang saling bertentangan dan cepat berubah, seperti dalam ilmu antroplogi dan baru menunjukan suatu kemantapan dalam abad ke-20, kira-kira setelah 1925.
Dari uraian diatas, nyata sekali perbedaan yang besar antara kedua ilmu itu.ilmu antropologi sosial mulai sebagai suatu himpunan bahan keterangan tentang mayarakat dan keebudayaan penduduk pribumi didaerah luar eropa yang menjadi suatu ilmu khusus karena kebutuhan orang eropa untuk mendapat pengertian tentang tingka-tingkat permulaan dalam sejarah perkembangan masyarakat dan kebudayaanya sendiri. Sebaliknya, ilmu sosiologi semula adalah bagian dari ilmu filsafat, yaitu filsafat sosial, kemudian menjadi suatu ilmu khusus karena bangsa Eropa memerlukan suatu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai asas-asas masyarakat dan kebudayaanya sendiri akibat krisis yang melanda.
3.Pokok ilmiah dari antropologi sosial dan sosiologi.
Sejarah perkembangan ilmu antropologi telah mencatat bahwa ilmu itu sejak mulanya hingga sekarang objek-objek penelitianya masih tertuju padamasyarakat dan kebudayaan suku bangsa yang hidup diluar lingkungan kebudayaan bangsa-bangsa Eropa dan Amerika modern. Sebaliknya, sejarah perkembangan ilmu sosiologi mencatat bahwa ilmu sejak mula hingga sekarang objek-objek penelitiannya tertuju pada masyarakat dan kebudayaan bangsa-bangsa yang hidup dalam lingkungan kebudayaan Eropa-Amerika.
Namun, dalam faseperkembanganya yang kempat,para ahli antropologi juga mulai memperhatikan gejala-gejala masyarakat dalam lingkungan kebudayan Eropa-Amerika. Sedangkan sejak kira-kira akhir abad k-19 tampak banyak penelitian sosiologi yang mulai mengolah bahan dari masyarakat suku bangsa penduduk pribumi didaerah luar eropa.
Lingkungan masyarakat dan kebudayaan Eropa-Amerika itu tidak dapat dilokasikan dalam kota-kota, tidak hanya dingara-negara Eropa dan Amerika, tetapi juga dikota-kota di Afrika, Asia, Oseania dan Amerika latin. Diluar kota-kota di Afrika, Asia, Oseania dan Amerika latin itu, sifat-sifat kebudayaan Eropa-Amerika mulai berkurang, dan makin jauhlah kita pergi dari lingkungan masyarakat perkotaan, dan masuk kedalam masyarakat pedesaan, maka makin brkuranglah unsur-unsur Eropa-Amerika itu. Berdasarkan yang telah terurai diatas, dapat juga dikatakan bahwa ilmu antropologi-sosial terutama mencari objek-objek penelitianya didalam masyarakat pedesaan, dan sosiologi di dalam masyarakat perkotaan. Umumnya keadaan memang demikian adanya, tetapi suatu perbedaan objek serupa itu belum juga dapat dipakai sebagai pegangan mutlak dalam hal menentukan perbedaan antara ilmu antropologi-sosial dan sosiologi. Ini disebabkan karna akhir-akhir inni tampak gejala bahwa para ahli antropologi juga mulai mencari objek-objek dalam masyarakat-masyarakat yang kompleks atau masyarakat perkotaan, sebaliknya dalam sosiologi,trutama di Amerika, sejak lama yang memperhatikan masalah-masalah pertanian dalam kehidupan kota kecil masyarakat pedesaan dinegara Amerika serikat.
Kesimpulanya ialah peerbedaan antropologi dan sosiologi tidak dapat ditentukan lagi oleh perbedaan antar masyarakat suku bangsa di luar lingkungan Eropa-Amerikadengan masyarakat bangsa-bangsa Eropa-Amerika. Kemudian kalau perbedaan itu juga tidak dapat ditentukan oleh perbdaan antara masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan, maka perbdaan nyata harus dicari, yaitu kedua metode ilmiah itu memakai mtode ilmiah yang berbeda.
4. Metode ilmiah dari Antropologi-sosial dan sosiologi
Antropologi mempunyai pengalaman yang lama dalam hal meneliti kebudayaan-kebudayaan suku bangsa pnduduk pribumi di Amrika, Asia, Afrika, dan Oseania. Suku-suku bangsa itu biasanya hidup dalam masyarakat-masyarakat pedesaan yang kecil, yang dapat diteliti dalam keseluruhanya sebagai kebulatan. Sebaliknya, ilmu sosiologi selalu lebih memusatkan prhatin pada unsur-unsur atau gejala khusus dalam masyarakat manusia, dengan menganilisis kelompok-kelompok sosial yang khusus. Hubungan antara kelompok-kelompok dan individu-individu atau proses-proses yang terdapat dalam kehidupan suatu masyarakat. Dengan demikian apabila ada dua orang ahli ilmu sosial, yang satu seorang ahli antropologi sosial dan seorang ahli sosiologi, harus meneliti masyarakat kota kecil.
Pengalaman dalam hal meneliti masyarakat kecil tela memberi kesempatan kepada para ahli psikologi untuk mengembangkan berbagai metode penelitian yang bersifat penelitian intensif dan mendalam, misalnya dengan metode wawancara. Sebaliknya, para ahli sosiologi yang biasanya meneliti masyarakat kompleks, lebih banyak mempergunakan berbagai metode penelitian yang bersifat penelitian meluas, seperti dengan metode angket.
Dunia antropologi mempunyai pengalaman yang lama dalam hal menghadapi keragaman yang besar antara beribu-ribu kebudayaan dalam masyarakat kecil yang tersebar diseluruh muka bumi ini. Sedangkan sosiologi lebih banyak berpengalaman dalam hal meneliti gejala masyarakat perkotaan yang kompleks dan kurang memperhatikan sifat beragam hidup masyarakat dan kebudayaan manusia yang menjangkau seluruh dunia.
Disamping adanya dua komplek metode yang mempunyai dasar-dasar berbeda, sebenarnya banyak metode penelitian lain yang sekarang sudah dipakai oleh kedua ilmu itu bersama-sama, karena pada hakikatnya tujuan dari kedua ilmu itu sama. Memang, antropologi-sosial dan sosiologi adalah dua ilmu yang mempunyai dua kompleks metode yang saling dapat isi-mengisi dalam proyek-proyek penelitian masyarakat yang sama.
C.Hubungan antara antropologi dan ilmu-ilmu lain.
Kecualidengan ilmu psikolgi dan ilmu sosiologi, ilmu antropologi serta sub-sub ilmunya juga mempunyai hubungan yang sangat banyak dengan ilmu-ilmu lain. Ilmu-ilmu tersebut saling berhubungan dan sifatnya timbal balik. Ilmu-ilmu lain itu yang terpnting diantaranya:
Ilmugeologi
Ilmu paleontologi
Ilmu anatomi
Ilmu kesehatan masyarakat
Ilmu psikiatri
Ilmu linguistik
Ilmu arkeologi
Ilmu sejarah
Ilmu geografi
Ilmu ekonomi
Ilmu hukum adat
Ilmuadministrasi
Ilmupolitik.
Hubungan antara ilmu gologi dan antropologi. Bantuan ilmu geologi yang mempelajari ciri-ciri lapisan bumi serta prubahan-perubahanya, trutama dibutuhkan olh subilmu paleo-antropologi dan prehistori untuk menetapkan umur rlatif dari fosil-fosil makhluk primata dan fosil-fosil manusia dari zaman dahulu, serta artefak-artefak dan bekas-bkas kebudayaan yang digali dalam lapisan-lapisan bumi.
Hubungan antara ilmu paleontologi dngan antropologi. Bantun dari paleontologi sebagai ilmu yang meneliti fosil makhluk-makhluk dari zaman dahulu untuk membuat suatu rekonstruki tentang proses evolusi bntuk-bentuk makhluk dari zaman dahulu hingga sekarang, tentu juga sangat diperlukan ilmu paleo-antropologi dan prehistori.
Hubungan antara ilmu anatomi dan antropologi. Seorang ahli antropologi-fisik, baik yang mngkhusus pada paleo-antropologi maupun yang meneliti ciri ras-ras didunia, sangat perlu akan ilmu anatomi karena ciri-ciri dari berbagai bagian tubuh manusia, berbagai bagian tengkorak, dan ciri-ciri dari bagian tubuh manusia pada umumnya, menjadi objek penelitian yang terpenting dari seorang ahli antropologi-fisik untuk mendapat pengertian tentang asal mula dan penyebaran manusia sert hubungan antara ras-ras didunia.
Hubungan antara ilmu kesehatan masyarakat dan antropologi. Selain yang telah tersebut, yaitu data mengenai konsepsi dan sikap penduduk desa tentanng kesehatan, tentang sakit, terhadap dukun, terhadap obat-obatan tradisional, terhadap kebiasaan dan pantangan makan dan sebagainya, ilmu antropologi juga dapat memberi kepada para dokter kesehatan masyarakat yanng akan bekerja dan hidup diberbagai daerah keragaman kebudayaan, metode-metode dan cara-cara untuk segera mengerti dan menyeesuaikan diri dengan kebudayaan dan adat istiadat lain.
Hubungan antara ilmu psikiatri dan antropologi. Hubungan antara ilmu psikiatri dan ilmu antropologi telah dijelaskan dan merupakan suatu pengluasan dari hubungan antara ilmu antropologi dan ilmu psikologi, yang kemudian mendapat fungsi yang praktis.
Hubungan antara ilmu linguistikdan antropologi.ilmu linguistik mula-mula ada dalam masa akhir abad ke-18, ketika para sarjana mulai mengupas naskah-naskah klasik dalam bahasa-bahasa indo-german.
Selain yang terurai mengenai hubungan antara linguistik dan etnolinguistik, ada juga hal dimana pihak antropologi memerlukan linguistik.
Hubungan antara ilmu arkeologi dan antropologi. Pada mulanya meneliti sejarah dari kebudayaan-kebudayaan kuno dalam zaman purba, seperti kebudayaan yunani dan rum klasik, kebudayaan Mesir kuno dari zaman para pharao, kebudayaan kuna didaerah mesopotamia, kebudayaan kuno di palestina dan sebagainya.
Hubungan antara ilmu sejarah dan antropologi.hubungan itu sebeenarnya menyerupai hubungan antara ilmu arkeologi dengan antropologi yang telah diuraikan diatas. Antropologi memberi bahan prehistori sebagaisebagai pangkal bagi tiap penulis sejarah dari tiap bangsa didunia,
Para ahli antropologi juga sebaliknya, memerlukan sejarah, terutama sejarah suku bangsa daerah yang didatanginya. Sejarah itu dipeerlukanya untuk memecahkan masalah-masalah yang terjadi karena masyarakat yang ditelitinya mengalami pengaruh dari suatu kebudayaan dari luar.
Hubungan antara ilmu geografidan antropologi. Geografi atau ilmu bumi itu mencoba mencapai pengertian tentang alam dunia ini dengan memberi pelukisan tentang bumi serta ciri-ciri dari segala macam bentuk hidup yang menduduki muka bumi, seperti flora dan fauna. Selain itu juga ada makhluk manusia yang beragam pula ruoa dan sifatnya.
Hubungan antara ilmu ekonomi dan antropologi.dibanyak negara yang jumlah penduduk desanya lebih banyak daripada penduduk kotanya, terutama di luar daerah kebudayaan Eropa-Amerika, kekuatan, proses, dan hukum-hukum ekonomi yang berlaku dalam aktifitas kehidupan ekonominya sangat dipengaruhi sistem kemasyarakatan, cara berfikir, pandangan, dan sikaphidup dari warga masyarakat pdesaan tadi.
Hubungan antara ilmu hukum adat indonesia dan antropologi.sejak permulaan timbulnya bilmu hukum adat indonesia yaitu permulaan abad ke-20, para ahli dari ilmu itu telah menyadari akan pentingnya antropologi sebagai ilmu bantuan dalam penelitian-penelitianya.
Sebaliknya, antropologi juga meemerlukan bantuan ilmu hukum adat indonesia. Hal itu karena setiap masyarakat, baik yang sangat sederhana bentuknya, maupun yang telah maju, tentu mempunyai aktivitas-aktivitas yang berfungsi sebagai pengendali sosial atau social control.
Hubungan antara ilmu administrasi dan antropologi. Di indonesia ilmu administrasi tentu akan menghadapi masalah-masalah yang sama seperti ilmu ekonomi. Lagipula bahan keterangan mengenai masalah-masalah yang berhubungan dengan agraria, yang juga menjadi suatu kompleks masalah sangat penting dalam ilmu administrasi.
Hub ungan antara ilmu politik dan antropologi. Ilmu politik sejak tahun 1960 telah meluaskan perhatianya dari pokok semulanya. Seorang ahli antropologi dalam mempelajari suatu masarakat untuk menulis sebuah deskripsi etnografi tentang masarakat tersebut, tentu akan juga menghadapi sendiri kekuatan dan proses politik lokal, serta aktifitas dari cabang-cabang partai politik nasional disitu.
Ilmu gabungan tentang tingkah laku manusia. Dalam zaan krisis dunia sekarang ini, suatu pengertian tentang asas-asas kehidupan dan tindakan manusia dirasakan sebagai suatu hal yang sangat diperlukan. Perilaku dan tindakan manusia tidak hanya diteliti oleh antropologi, tetapi juga oleh berbagai ilmu sosial seperti sosiologi dan psikologi.
Etnografi
Metode ilmiah dari suatu ilmu pengetahuan adalah segala cara yang digunakan dalam ilmu tersebut, untuk mencapai suatu kesatuan pengetahuan. Tanpa metode ilmiah, suatu ilmu pengetahuan bukanlah suatu ilmu melainkan suatu himpunan saja, tentang berbagai gejala alam atau masyarakat, tanpa ada kesadaran tentang hubungan antara gejala-gejala yang terjadi. Kesatuan pengetahuan itu dapat dicapai oleh para sarjana ilmu yang bersangkutan melalui tiga tingkatan, yaitu:1) pengumpulan data, 2) penentuanciri-ciri umum dan sistem, 3) verivikasi.
Metode pengumpulan fakta dalam ilmu pngetahuan dapat digolongkan kedalam tiga golongan dan masing-masing mempunyai perbedaan pokok, yaitu: 1) penelitian dilapangan, 2) penelitian dilaboratorium, 3)penelitian dalam perpustakaan.
Catatan hasil penelitian yang telah dikumpulkan tadi harus diubah menjadi tulisan yang oleh sarjana-sarjana lain dapat dipergunakan dan diolah menjadi teori-teori tentang asas-asas kebudayaan, atau untuk menambah pengetahuan bagi peneeliti yang akan terjun langsung ke daerah tersebut. Mengubahnya menjadi karangan yang dapat dibaca orang lain, memerlukan suatu rangkaian metode tersendiri.
Seluruh metode yang digunakan, mulai dari metode pengumpilan bahan konkret tentang suatu masyarakat yang hidup, sampai pada metode untuk mengolah bahan tadi menjadi karangan yang dapat dibaca orang lain, merupakan deskriptif dari ilmu antropologi yang disebut etnografi.
Istilah etnografi yang berarti deskripsi tentang etnos atau suku bangsa, selain mengandung arti seluruh metode antropologi deskriptif, juga berarti bahan tentang kehidupan masyarakat dan kebudayaan disuatu daerah.
Etnografi adalah metode yang paling lazim digunakan didalam berbagai penelitian antropologi. Metode etnografi dalam antropologi ilmu yang lebih banyak mengandalkan pengamatan analisis terhadap perkembangan kebudayaan manusia berkomunitas, dari waktu ke waktu yang sarat dengan berbagai perubahan, sebagai sebuah keniscayaan.
Allah SWT berfirman, dalam QS. Al-Hujurat(49):13:
ا
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا
Yang artinya:
“hai manusia, sesungguhnya kami mnciptakan kamu dari sorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling engenal...”(Qs.al-hujurat:13).
Melalui ayat ini Allah SWT memberitahukan kepada kita semua bahwa Allah telah menciptakan manusia awalnya dari seorang lelaki dan seorang perempuan . dari kedua jenis makhluk tersebut kemudian dia menciptakan semakin banyak manusia menjadi bangsa-bangsa dan bersuk-suku. Tujuan dibuat berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling tolong menolong, saling membantu, saling menghormati dan saling menghargai, serta saling berkasih sayang diantara mereka, layaknya berkasih sayang terhadap dirinya sendiri.
Kesimpulan
Ditinjau sepintas, seolah-olah tak ada peerbedaan antara antopologi-sosial dengan suatu ilmu lain yaitu sosiologi, namun ditinjau dari Sejarah Perkembangaan, Pokok ilmiah dari antropologi sosial dan sosiologi,Metode ilmiah dari antropologi sosial dan sosiologi.
Antropologi mempelajari manusia sebagai suatu keseluruhan. Obyek material dari antropologi adalah umat manusia dan obyek formalnya adalah studi tentang produk-produk budaya umat manusia.antropologi mencoba menerangkan hakikat perilaku manusia dengan menggali nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan berbagai suku bangsa di dunia. Karena manusia tidak pernah bisalepas dari pengaruh lingkungan budaya.
Sedangkan sosiologi mempelajari tingkah laku manusia sebagai bagian dari lingkungan yang terbatas, sepertikeluarga, desa, masyarakat disuatu wilayah tertentu dan sebagainya.
Ilmu antropologi serta sub-sub ilmunya juga mempunyaihubungan yang sangat banyak dengan ilmu-ilmu lain. Hubungan itu biasanya bersifat timbal balik. Ilmu-ilmu itu diantaranya: ilmu geologi, ilmu paleontologi, ilmu anatomi, ilmu kesehatan masyarakat, ilmu psikiatri, ilmu linguistik, ilmu arkeologi, ilmu sejarah, ilmu geografi, ilmu ekonomi, ilmu hukum adat, ilmu administrasi, ilmu politik
Secaraumum Etnografi dapat diartikan sebagai pelukisan-pelukisan tentang kebiasaan-kebiasaan dalam berbagai masyarakat (bangsa). Hasil pengkajian menunjukan bahwa setiap suku bangsa memiliki budaya yang unik, perhatian terhadap kunikan budaya berbagai suku bangsa sudah berkembang sejak dulu.
Daftar pustaka
T.O. ihromo,1999,pokok-pokok antropologi budaya,jakarta:yayasan obor indonesia
Koentjaraningrat,2009,pengantar ilmu antropologi,jakarta:PT rineka cipta
http://indonesiabuku.com.22-juli-2011 9:23am.diunduh pada ahad 16-november-2014 pukul 13:30
al-qur’anul karim,2001.semarang:cv.as-syifa
Biografi
Nama :iin sugiarti (i’in)
Alamat :jl.jawa no.61 sapuro pekalongan barat
No hp: 085640249995
Fb: ini iin al-ishaqi
Lulusan :
SD: MISS Proto 01 kedungwuni pekalongan
SMP : MTs SS proto kedungwuni pekalongan
SMA : kejar paket C
Pondok pesantren salafiyah-syafiiyah proto
Sedang menempuh S1 Akhlak Tasawuf diSTAIN Pekalongan
Pengalaman organisasi:
1. Bendahara di pon-pes salafiyah-syafi’iyah proto
2. Sekertaris KMA STAIN PEKALONGAN
3. Bendahara di HMPS Akhlak Tasawuf.
4. Aktif di LPTQ devisi tahfidz
5. Mengabdi di PKBM BENDAN JAYA.
Motto: Hidup hanya sekali tapi bisa berkali-kali membahagiakan orang lain.
Akhirul kalam, wabillahittaufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum.Wr.wb.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar